Sunday, December 31, 2017

Being a College Student (thoughts)

tidak terasa waktuku menjadi mahasiswa tinggal satu setengah tahun lagi
hari demi hari
bulan demi bulan
tahun demi tahun kujalani

kufikir jadi mahasiswa itu asyik, seperti di ftv,
bebas bergaul dengan siapa saja, berkenalan dengan jurusan lain, masuk kelas siang, bisa bangun siang, bisa nongkrong sehabis kelas, bisa ikut banyak unit kegiatan mahasiswa
ternyata aku salah
menjadi mahasiswa menurutku melelahkan
kegiatan yang aku jalani sangat banyak...
bukan
TERLALU banyak!
sampai sulit bagiku sendiri untuk membagi waktu antara keluarga, saudara, teman, dan kampus
bahkan untuk diriku sendiri

semenjak masuk di bangku perkuliahan, waktuku berada dirumah menjadi berkurang
komunikasiku dengan keluarga sendiri berkurang
waktu bermainku dengan teman-teman berkurang
bahkan waktu istirahatku sendiri berkurang
kuhabiskan hari-hariku dikampus 24/7, padahal yang dilakukan di kampus juga belum tentu jelas
kalaupun ada yang dikerjakan juga tidak akan pernah selesai hari itu juga, bahkan bisa berhari-hari

yang membuatku sedih adalah ketika aku pulang bertatap muka dengan kedua orangtuaku
mereka selalu bertanya 'how's school today?'
ku hanya bisa tersenyum lesu dan menjawab 'ya gitu deh'. sungguh, habis sudah tenagaku untuk menceritakan apa yang kulakukan di kampus
bahkan terkadang saking lelahnya, pertanyaan yang terus terlontar itu aku abaikan, kupasang wajah kusutku, enggan menatapnya, langsung menutup diri di kamar, kemudian tidur

disaat-saat seperti inilah aku merasakan bahwa rumah hanya sebagai tempat 'numpang tidur'
dimana aku pulang ketika langit sudah gelap dan berangkat tak lama setelah matahari terbit
seringkali aku beradu mulut dengan orangtua ku masalah kecil seperti sarapan sebelum berangkat
sesungguhnya ingin aku duduk menikmati sarapan bersama mereka, namun waktu memilihku untuk bergerak cepat sehingga mengharuskanku sarapan dalam perjalanan

ya! aku mengerti, mungkin aku harus bangun lebih pagi lagi supaya tidak terjadi hal seperti ini
tapi percayalah, ketika aku pulang, masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan untuk di submit pada keesokan harinya

ya! aku juga paham kenapa nggak dicicil aja dari kemarin-kemarin
percayalah, mengerjakan satu tugas pun selesainya itu bisa sampai subuh tiba
bahkan terkadang aku mengerjakannya dari sebelum orang tua ku tidur hingga mereka bangun  untuk sholat subuh. miris kan?

yang lebih membuat ku merasa mengiris hati merobek jantung adalah...
ketika teman-teman sd/smp/sma ku mengajak untuk bertemu, tetapi aku selalu tak punya waktu
sering sekali aku membatalkan janji, terlalu sering.
sampai pada suatu ketika (mungkin) temanku yang satu ini telah muak dengan segala alasanku hingga terlontarlah dari mulut dia kalimat:

"hah? kemaren katanya bisa. ngampus mulu deh lo, giliran gue yang ajak main selalu gabisa. tau ah"

kalimat yang sampai sekarang masih terngiang di benakku
tak tahu lagi harus berkata apa....
ya! benar, dia tidak salah. aku selalu mengorbankan waktu bermainku untuk kepentingan kampus
tapi percayalah, disaat aku punya waktu yang benar-benar kosong untuknya, pasti aku bersikeras untuk selalu mengajak bertemu walaupun jauh sekalipun
tidak perlu berlama-lama, satu dua jam saja cukup, yang penting kita bisa saling bertatap muka dan menceritakan hal-hal yang selama ini belum tersampaikan

ya, hal ini terjadi tentu tidak hanya pada diriku saja
tak sengaja aku mencuri dengar percakapan antara temanku dengan pacarnya yang kebetulan kampusnya tidak terlalu jauh dari kampusku
terdengar di ujung telepon suara yang cukup keras dan cepat seperti orang sedang kesal
temanku yang menerima segala kekesalan pacarnya yang ada di ujung sana menjelaskan kenapa tidak bisa memenuhi keinginan pacarnya
mulai dari mengerjakan tugas A B C hingga Z yang harus dia cicil setiap harinya

mungkin di pihak pacarnya mengira itu hanya alasan yang di buat-buat
tapi sungguh, penjelasan yang temanku berikan itu benar
setiap hari kuliah dari pagi hingga sore, dilanjut lagi dengan tugas yang harus dikumpul keesokannya dengan pengerjaan yang bisa dibilang semalaman

ya tapi mau bagaimana? namanya juga mahasiswa
merupakan salah satu konsekuensi dan tanggung jawab untuk menyelesaikan nya ya gak? hahaha

tetapi diantara keluhan-keluhan yang aku sampaikan diatas, tentu saja banyak hikmahnya
aku jadi banyak belajar bagaimana menghargai waktu, seberapa pentingnya interaksi bersama keluarga dan teman, bagaimana aku harus mengatur waktu dan strategi agar semua seimbang

dan tentu saja pengalaman-pengalaman yang aku rasakan selama perkuliahan, mulai dari pembelajaran di dalam studio, diskusi, ekskursi, analisis, mencari ide, menuangkan ide, menyalurkan ide, bekerja sama, tanggung jawab dalam organisasi dan sebagainya yang mungkin tidak bisa aku dapatkan di tempat lain

apapun pilihan yang aku pilih, harus aku hadapi
the choices you make, the problem you should face

yaa sedikit flashback 2017 gapapa lah yaa hehe



tapi tentu saja banyak hikmah yang bisa diambil pada tahun 2017 ini
mulai dari naik turun dan lika liku perkuliahan hingga kehidupan di lingkungan sekitar

"when you start to feel like things should have been better this year... remember the mountains and the valleys that got you here, they are not accidents and they are not in vain. they are not the same, you have grown and still growing up. you are breathing, you are alive. you are wrapped in endless, boundless, grace. and things will get better, there is more to you than yesterday" -M.H. Nichols

terima kasih atas waktunya telah membaca penggalaman cerita tentang masa kuliahku di tahun 2017
dan terima kasih 2017 telah memberikan tahun yang berkesan
dan tentunya terima kasih Allah S.W.T untuk segala nikmat yang telah Kau berikan untukku di masa lalu, sekarang, dan yang akan datang

terima kasih 2017, dan
selamat datang 2018!

HAPPY NEW YEAR 2018!!!

Tertanda, Nadhifa